Sejarah Kartu Remi


Kartu remi sulit diketahui asal-usulnya, tetapi diduga berasal dari Cina atau India sekitar tahun 800 M. Dalam perkembangannya permaian kartu berkembang pesat di eropa dan diproduksi secara besar-besaran di benua ini. Kartu ini masuk ke Eropa melalui Italia sekitar tahun 1200 M. Kemudian menyebar ke Jerman, Perancis, dan spanyol. Masuknya permainan kartu ke Eropa ini diduga dibawa oleh para padagang, tentara, maupun imigran dari timur. Kartu yang sangat populer saat ini adalah kartu Inggris, karena kartu ini mengalami penyempurnaan dan produksi secara besar-besaran di negara Inggris. Sebenarnya ada kartu lain selain kartu Inggris, seperti kartu Cina, Mesir, Jepang, Persia, dan sebagainya.

Ada berbagai argumen dari para sejarawan tentang asal muasal kartu ini, ada yang berpendapat bahwa kartu remi merupakan evolusi dari permainan catur dari Asia Barat. Ada juga yang berpendapat bahwa permainan kartu adalah suatu evolusi dari upacara adat untuk menyembah dewa di masa lalu yang menyematkan empat simbol sebagai penghormatan. Kartu yang pertama masuk ke Italia adalah kartu Tarot. Kartu ini terdiri dari 50 kartu yang terbagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing kelompok jumlahnya 10 kartu. Kemudian tarot ini mengalami perkembangan sehingga di Venesia jumlahnya menjadi 78. Dahulu permainan kartu hanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan dan kalangan konglomerat saja. Karena harga kartu ini memang sangat mahal dikarenakan proses pembuatannya yang rumit. Setelah ditemukannya sistem pencetakan kartu yang lebih praktis pada sekitar tahun 1800 maka kartu inipun diperkenalkan secara luas terutama di Jerman, Italia, dan Perancis.

Wajah-wajah dalam kartu yaitu yang terdapat pada kartu J,Q,K, juga mengalami berbagai perubahan. Di negara Italia dan Spanyol wajah dalam kartu menunjukkan wajah raja-raja yang berkuasa pada abad pertengahan. Tetapi di Perancis kartu ini mengalami perkembangan yang mengikuti busana kerajaan yang lazim digunakan di negara ini. Kemudian kartu joker juga banyak mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Gambar joker ada yang menggambarkan sebagai orang cacat yang diberi busana lucu, sosok penghibur kerajaan, badut pengadilan, dan sebagainya.